Showing posts with label Redaksi. Show all posts

gravatar

KERNET DITEMUKAN TEWAS SAAT DIBANGUNKAN



Kudus 06/05.Kernet Bus Pariwisata Bima Rio Nopol AG 7301 UK Mahfud(49) warga Jalan Tosaren III no 7B desa Tosaren Kecamatan Pesantren Tulungagung ditemukan meninggal di dalam bagasi saat tidur bersama Eko Setiawan (36)berasal dari desa Tondomulyo kecamatan Godongan Poncol yang masih saudara korban dan sebagai sopir bus Pariwisata tersebut.


Kejadian bermula dari kedatangan bus Pariwisata tersebut dari Makam Sunan Muria pukul 02.30 dinihari,bersama sopir kernet tidur bersama supir di bagasi dalam keadaan terbuka dan mesin mati.Saat pukul 05.30 hendak dibangunkan Eko ternyata Mahfud sudah dalam keadaan meninggal.

Sementara itu, Menurut keterangan Kapolsek Kaliwungu AKP. Subakri "Kami berkordinasi dengan Dokter Sudarmono dari Puskesmas Kaliwungu dan diperoleh keterangan bahwa Korban tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan dan keluarga korban sudah menerimakan kejadian ini tanpa otopsi dan akan membawa pulang korban dengan ambulance."

"Korban meninggal akibat kecapekan dan terkena serangan Jantung"AKP.Subakri menambahkan.
Rencana rombongan langsung pulang ke Tulungagung sehingga perjalanan selanjutnya dibatalkan.

KERNET DITEMUKAN TEWAS SAAT DIBANGUNKAN
 
@Mr/Sang Pejuang.

gravatar

GAMBARAN PERJUANGAN

Surat untuk Ayah,
Selepas subuh panggul dagangan laksana menari untuk mewujudkan mimpi sang anak di sela gemuruh lalu lalang kendaraan yang menyapa dengan asap dan debu.

Ketika lelah cukup sebentar pejamkan mata melepaskan lelah
Berbicara dengan dagangan yang masih tersisa
Sang anak menulis sajak dengan diterangi lampu teplok seadanya
Bukan sajak biasa namun coretan untuk dipamerkan sang Ayah

Yah,dipamerkan kepada Dunia
Bahwa perjuangan Ayah telah disambut dengan Prestasi Gemilang
Berbagai juara dan sanjungan media Untuk Indonesia
Atas keringat sang Ayah untuk Hidup si Anak jauh lebih Hebat

Ayah,trimaksih.....
Jerih payahmu aku Sambut dengan Rangkaian Prestasi
Untuk Kudus dan Negeri Indonesia

Trimakasih Ayah,

@Mr.


gravatar

Perjuangan Hidup Dari Sebilah Cangkul

  Perjuangan Hidup Dari Sebilah Cangkul

Perjuangan Ibu Siti Masrikah

Kudus - 21/04/14 Keringat yang mengalir di medan kehidupan yang keras adalah penebus sukses meraih hidup untuk sejahtera, ungkapan itu muncul pada seorang Ibu Siti Masrikah umur 50 Th yang bertempat tinggal di Desa Undaan Kidul Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Ibu siti mempunyai cucu yang saat ini sudah berumah tangga, sedangkan suaminya sudah meninggal.

Dengan sebilah cangkul yang di bawanya setiap hari menggambarkan sebuah kehidupan perjuangan perempuan seperti Ibu Kartini yang jatuh pada hari ini. Ketika salah satu kontributor kami bertemu dengan Ibu Siti (50) dia menungkapkan bahwa "Pekerjaan seperti ini sudah lama saya menggeluti pekerjaan sebagai petani dengan mencangkul ladang di kebun maupun sawah, semenjak pada banjir pada tahun 1993 ibu siti setiap harinya melakukan kegiatan seperti ini " bilangnya.

Sementara itu, dia mencangkul untuk ditanami tanaman palawija yang nantinya akan di konsumsi sendiri demi menyambung hidupnya. hal ini tentunya akan beratnya menempuh kehidupan yang sejahtera di era zaman yang sudah modern seperti ini, dan ibu separuh baya ini terus berjuang demi kelangsungan hidup yang begitu sangat keras. Dari informasi ini kita bisa ambil hikmahnya "kita hidup jangan mudah putus asa meskipun hidup itu penuh dengan cobaan serta keras untuk menjalaninya".


 *John

Perjuangan Hidup Dari Sebilah Cangkul

gravatar

Acara Penerimaan Peserta Diklat Kepemimpinan



KUDUS-Seperti apa sih Kudus? Itulah kira-kira pertanyaan yang mencuat dari benak peserta benchmarking-best practice (orientasi lapangan) pendidikan dan pelatihan (diklat) Pimpinan Tingkat III Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 30 orang peserta datang ke Kudus untuk mengikuti acara tersebut, Rabu (16/4).
Serta dalam rilisnya yang dikirim kepada ISK Bapak Abdul Hamid datang dengan maksud untuk menambah wawasan dan pengalaman tentang potensi investasi dan pariwisata di Kudus, mereka diterima oleh Bupati Kudus yang diwakili oleh Wabup Abdul Hamid. Di Kudus peserta akan menggali informasi dan data sebanyak-banyaknya terkait investasi itu.
Setelah mengumpulkan data dan informasi, peserta akan menemukan kunci-kunci rahasia unggulan tentang keberhasilan investasi di Kudus. Yang pada akhirnya dijadikan acuan dan masukan dalam mempersiapkan rencana dan pengembangan di daerah masing-masing.
Sementara itu, wabup Abdul Hamid menyambut baik kedatangan peserta orientasi diklatpim ini dengan diawali menggunakan bahasa Jawa. Bahwa inilah kota Kudusdengan segala aspek sosial budayanya. Kudus sebagai kabupaten terkecil di Jawa Tengah, juga memiliki potensi investasi dan industri yang terkenal.


”Kami ucapkan selamat datang. Inilah Kudus yang dikenal dengan Gusjigang. Memiliki karakter yang bagus, pinter ngaji, dan pandai berdagang,” kata Wabup pada acara penerimaan peserta benchmarking diklat.
Mantan kepala Dinas Perinkop UMKM ini juga menambahkan, bahwa selain kaya akan potensi industri, Kudus juga memiliki beragam potensi wisata. Mulai dari potensi wisata alam, wisata budaya, bahkan wisata sejarah, dan wisata kuliner.

*Oemam

gravatar

SD 3 TENGGELES KUDUS MENGUKIR PRESTASI


Menggali Kreativitas Anak
Belajar
Kudus,SD 3 Tenggeles yang terletak di wilayah Kudus bagian Timur memiliki potensi sumberdaya Manusia yang luar biasa.Pasalnya Sekolah tersebut berada di tengah tengah warga masyarakat yang sangat Religius.Dipimpin Kepala Sekolah H.Abdul Kodir yang memiliki prestasi sebagai guru Teladan 2 Tingakt Upt Pendidikan Mejobo diharapkan ke depan mampu mengukir prestasi yang membangggakan di Kabupaten Kudus.Dengan berbekal dana pribadi untuk membelikan laptop untuk 10 siswa serta rencana penambahan Wi-Fi untuk melengkapi kegiatan ekstra Kurikuler,diharapkan siswa tidak Gap Tek dalam era Digital seperti sekarang ini.Nampak siswa antusias mengikuti pelajaran yang diberikan mulai dari siswa kelas 3 sampai kelas 6.
Dengan berbekal tekat yang luar biasa dan kemauan yang keras segenap guru dan Kepala sekolah yang akrab dipanggil Pak Haji ini menggunakan tempat seadanya dan prasarana yang jauh dari kesan layak.Namun hal ini tidak mengendorkan semangat untuk terus berkarya buat
Mejobomencerdaskan kehidupan bangsa.Walaupun memiliki jabatan sebagai Kepala Sekolah H.Abdul Kadir masih membetulkan genting sekolah yang bocor,lantaran para guru sibuk mengajar sehingga H.Abdul Kadir rela melakukan perbaikan walaupun bukan tugasnya.Disinilah tergambar jelas bagaimana pribadi beliau yang dibanggakan segenap siswa dan wali murid sehingga jumlah murid dari tahun ke tahun tidak pernah mengalami kekurangan jumlah.
*Mr/Bastian.



gravatar

DINAS PERHUBUNGAN:Pelanggaran tempat Parkir akan ditindak Tegas!!


Kudus,Maraknya penggunaan Trotoar yang beralih fungsi Kepala Dinas Perhubungan  Didik Angkat bicara.”Mestinya saat membuat bangunan yang akan digunakan tempat Usaha mestinya memikirkan bagaimana parkir untuk pelanggan terutama untuk karyawan tempat usaha tersebut.”Artinya sampai saat ini sebagian masyarakat masih belum menyadari hak pejalan kaki.Kedepan akan diupayakan sebuah mekanisme penindakan tegas kepada pelanggaran terkait pemakaian trotoar yang tidak sebagaimana mestinya.Termasuk diantaranya beberapa toko yang menggunakan trotoar sebagai tempat parkir atau memasang tenda tenda promo.
Pembentukan kantong kantong parkir masih akan terus ditata termasuk  di Jalan Jenderal Sudirman ruas Alun Alun sampai Polres Kudus.Sebelum kantong parkir dibuat dibutuhkan Kordinasi yang melibatkan pihak Polres Kudus Satlantas,Binamarga Propinsi dan Dinas Perhubungan agar diperoleh hasil yang bisa memuaskan semua pihak sehingga kemudian hari tak ada saling menyalahkan.Kedepan setelah tempat tempat parkir terbentuk bagi yang melanggar penempatan kendaraan parkir yang tidak sesuai akan  dilakukan tindakan tegas,mulai dari penggebosan ban dan tilang oleh Kepolisian.”Karena kami belum memiliki mobil derek sehingga kami memanfaatkan apa yang ada dulu,sehingga tak perlu saling tunggu.”Hal ini jelas bertujuan untuk Kudus lebih tertib dan Rapi,sehingga menjadikan nyaman setiap pengguna jalan.
Mr/Bastian.

gravatar

Tarif Parkir Waterboom Mulia Wisata Dawe





Tiket
Tiket Wisata Waterboom Mulia Mobil
Kudus - 13/04/14 Pada hari libur akhir pekan biasanya  masyarakat Kudus pada umumnya berpergian ke tempat wisata bersama keluarga maupun bersama sang kekasih,  seperti halnya berwisata air di Waterboom Mulia Wisata tepatnya di Desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.

Wisata air yang begitu ramai tersebut ternyata memiliki manajemen operasional yang belum tertata rapi, salah satunya adalah tarif parkir kendaraan bermotor yang tidak sesuai yang semestinya. Tarif parkir yang semestinya  kendaraan bermotor yang seharusnya Rp. 1.000 tetapi jadi Rp. 2.000 yang sama dengan parkir mobil, dan untuk kendaraan roda dua diberikan karcis kendaraan roda empat. 
 
Sementara itu, pada saat Bapak Kandar sebagai petugas parkir memberikan keterangan,  “ karena ini hari minggu, dan tambah - tambah untuk membeli krupuk “ tandasnya.
 
Waterboom Mulia Bapak Budi Sebagai Manajer Operasional Waterboom Mulia Lau

Selain itu dari keterangan Bapak Budi sebagai Manajer Operasional tempat wisata air tersebut mengatakan “ Saya baru tahu kejadian tersebut karena petugas parkir tersebut sebelumnya adalah sebagai security karcis masuk, dan untuk alasan membeli krupuk atau konsumsi lainnya dari pihak manajemen sudah menyiapkannya “ tegasnya.

Dari kejadian di atas, jika terus – menerus dilakukan maka tidak menutup kemungkinan pariwisata di kudus tentunya  akan mendapatkan citra yang negatif dari masyarakat kudus maupun di luar kudus.

#Redaksi

Tarif Parkir Waterboom Mulia Wisata Dawe

gravatar

Universitas Muria Kudus Serahkan 10 Gaston ke Dinas Perhubungan

Kudus,Dalam rangka Berpartisipasi dalam mensukseskan Kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus  Yayasan Universitas Muria Kudus menyerahkan Gaston Pembatas jalan pagi tadi 13/04 usai acara Car Free Day di Timur Alun Alun Simpang Tujuh Kudus.

Penyerahan secara Simbolis dan penandatanganan serah terima dilakukan oleh Zamhuri Ketua Yayasan UMK kepada Kepala Dinas Perhubungan yang diwakili oleh Bag.Lalu Lintas Putut.
Dalam acara ini Gaston yang digunakan sebagai pembatas jalan yang membedakan kawasan CFD dan jalan bebas Lintas kendaraan bermotor diharapkan bisa berfungsi maksimal.

"Sebagai partisipasi kalangan Akademisi dalam upaya menumbuhkan rasa memiliki dan menikmati fasilitas yang diberikan pemerintah sehingga muncul kesadaran tertib berlalu lintas dalam kehidupan bermasyarakat."Kata Zamhri di sela sela serah terima Gaston."Agar Gaston ini bisa bermanfaat untuk Dinas terkait dan Partisipasi UMK dalam mensukseskan kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus Khususnya acara rutin CFD,"imbuhnya.ISK.

gravatar

"Berkas Belum Lengkap" Kotak Suara Tak Bersegel di desa Karang Bener Kecamatan Bae Kudus

Kudus,Usai penghitungan suara di seluruh Kabupaten Kudus praktis usai dilaksanakan sampai menjelang dinihari 10/04. Penghitungan melelahkan ini menyisakan banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik.
Pasalnya di Desa Karang Bener dan Gondang Manis sejumlah kotak suara dibiarkan terbuka tanpa pengamanan penutup.Hal ini dibenarkan anggota KPPS Bandiyo dari desa Karang Bener kecamatan Bae
"Masih nunggu beberapa berkas untuk dimasukan"penjelasan singkat Bandiyo kepada ISK 10/04.
Hal ini praktis bisa menimbulkan kecurigaan karena kotak suara tidak dikunci dan disegel,padahal mestinya selesai rekapitulasi kotak suara harus digembok dan disegel dari KPU.
Berbeda dengan kejadian di Gondang Manis yang memiliki jumlah TPS terbanyak yang mencapai 28 TPS juga kotak suara tak disegel walaupun tergembok.
Beruntung pemilu kali ini dilaksanakan dengan aman tertib dan lancar,walaupun diwarnai beberapa insiden yang mestinya bisa diminimalisir sebelumnya,termasuk tertukarnya surat suara dari kabupaten Demak di desa Tenggeles Tps 11.Diharapkan untuk yang akan datang peristiwa ini tidak terulang lagi.
Gul/Cep/Sang.

gravatar

Perlunya Kesadaran Saat Membuang Sampah


Kudus - 06/04/14 Pada dasarnya saat kita membuang sampah haruslah pada tempatnya, akan tetapi jika sampah menumpuk serta mengeluarkan bau yang tak sedap pasti mengganggu keberadaan lingkungan disekitar. Apalagi tumpukan sampah tersebut berada di terminal tentunya hal ini sangatlah mengganggu, seperti halnya di terminal pasar Kalirejo tepatnya di Desa kalirejo Kecamatan undaan kabupten kudus misalnya.


Selain itu juga, keberadaan sampah yang berada di terminal tersebut sangatlah mengganggu para pedagang karena aromanya yang tak sedap sehingga hal ini dikeluhkan oleh pedagang setempat.



Sementara itu pula, menumpuknya sampah di tempat tersebut tentunya dalam hal ini juga sangat disayangkan. Sebab di tempat terminal yang seharusnya menjadi tempat parkir Bus, kini terminal tersebut sepi tak adanya bus untuk parkir maupun menunggu penumpang untuk naik. Akan tetapi para sopir bus memilih beralih parkir maupun menunggu penumpang di pinggir jalan dari pada diterminal, saat kontributor kami meminta keterangan kepada salah satu sopir Bus tersebut mereka mengatakan bahwa " Saya lebih memilih menunggu penumpang di pinggir jalan dari pada ditempat tersebut, karena penumpang lebih memilih menunggu dijalan akan lebih cepat sehingga para penumpang tidak usah menunggu lama " tandasnya. 



Mengingat sering terjadinya kemacetan saat Pasaran, Jika terminal ini sesuai dengan fungsi yang digunakan pada semestinya tentunya hal tersebut bisa jadi alternatif untuk mengurangi kemacetan pada saat hari Pasaran.

gravatar

BUPATI KUDUS Hadiri Diskusi Penanganan Bencana Forum Wartawan Pemprov Jateng

SEMARANG,KUDUS-ISK- Bencana banjir di Kudus telah berlalu bulan Februari lalu. Dari kejadian yang berlangsung lebih dari satu bulan itu, kerugian ditaksir mencapai Rp. 500 miliar. Mulai dari sarana prasarana umum dan insfrastruktur, bangunan, hingga sektor perekonomian dan pertanian. Kesigapan pemkab bersama masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan bencana banjir ini. Semua bantuan yang diterima dan disalurkan telah diekspos di media massa sebagai bentuk transparansi.
Pembagian tugas dan koordinasi jajaran pejabat yang dipimpin oleh bupati Kudus berjalan dengan baik. Mulai dari proses evakuasi hingga penyiapan logistik bagi pengungsi. Tak kurang dari 14.000 warga Kudus mengungsi yang tersebar di berbagai tempat di Kudus. Itulah yang disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat menyampaikan paparan dalam diskusi penanganan bencana pascabanjir di depan forum wartawan Pemprov-DPRD Jawa Tengah, di Semarang, Jumat (4/4).
 
”Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kudus, termasuk para pengusaha. Untuk saling membantu mengatasi bencana banjir ini. Karena Kudus ini bukan milik bupati secara pribadi, tetapi milik masyarakat Kudus secara luas,” jelasnya dalam forum itu.
Bupati juga menambahkan, dirinya terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi banjir, pengungsi, dan sarpras umum berupa talud/tanggul dan jembatan. Termasuk koordinasi dengan pemprov dan pemerintah pusat untuk penanganan bencana secara terintegrasi. Yang mendesak dilakukan saat itu adalah pengurukan jalan depan terminal induk Kudus yang tergenang hingga satu meter lebih.
”Karena Kudus ini berada di jalur pantura, maka saya mengambil langkah sigap dengan menguruk jalur banjir itu untuk segera dapat dilewati kendaraan. Karena akses sembako ke ibukota juga terhambat,” tambahnya.
Disinggung mengenai upaya untuk mengatasi korban jiwa dan harta benda yang hilang, Bupati menyiapkan dana santunan kematian. Sebesar Rp. 2,5 juta bagi warga meninggal karena bencana. Sedangkan bagi rumah roboh, mendapat bantuan sebesar Rp. 15 juta. Ini merupakan stimulan dari Pemkab untuk menggugah semangat masyarakat dalam membantu saudara kita yang terkena bencana.
”Selain itu, di daerah rawan longsor seperti di Rahtawu dan Menawan (dukuh Kambangan), Gebog, kami telah menyiapkan lahan untuk relokasi dan adanya program transmigrasi,” ujarnya.
Untuk yang membutuhkan modal usaha pascabencana ini, Bupati juga mengadakan program pinjaman dana bergulir. Dengan langkah seperti ini, diharapkan pelaku usaha kecil tetap menjalankan lagi usahanya. Sehingga semangat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kudus bisa bangkit kembali. (humas)
#Sang_Pejuang 
*Redaksi


gravatar

BUPATI KUDUS, Harapan Bagi Siswa Untuk Terus Menjadi Pemimpin Yang Baik

Kudus – Ada yang istimewa pada pelaksanaan peringatan harlah MTs.N 1 Kudus yang ke 36. Selain berbagai acara yang digelar, pada puncak peringatan harlah tersebut Bupati Kudus, H. Musthofa, berkesempatan untuk hadir dan memberikan ceramah motivasi kepada para siswa. (3/4)

Dalam keadaan cuaca panas tak menghalangi bupati untuk menyampaikan materinya. Dibawah terik matahari, bupati memberikan semangat pada para siswa agar terus belajar dengan tekun. “Kalian semua adalah pemimpin masa depan. Maka persiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin”, ujarnya. Hal itu dimulai dengan semangat menuntut ilmu, karena sebagai siswa tugas saat ini adalah belajar dengan sungguh-sungguh. “Jadikanlah belajar sebagai suatu kebutuhan”, tegasnya.

Selain itu, dirinya mengajak para siswa untuk menentukan cita-cita dari sekarang. Dengan itu maka ada semangat untuk terus maju. “Tanpa cita-cita,tentu apa yang kita lakukan tak punya arah yang jelas”. Kuncinya adalah memanfaatkan waktu untuk terus memperbaiki kualitas diri. Hal ini disebutkannya sebagai bagian dari rasa syukur kita kepada Sang Pencipta.
Sementara itu, tidak lupa bupati juga menekankan sifat rendah hati, dan bukannya rendah diri. “Hampir sama tampaknya, namun artinya jauh berbeda”, jelasnya. Sebagai siswa MTs, sifat rendah diri harus dibuang jauh-jauh. “Harus terus optimis. Jangan lupa bahwa bupati kalian ini juga adalah seorang alumni madrasah”, katanya disambut gemuruh tepuk tangan para siswa.

Di akhir acara, beberapa siswa memberikan kesan dan harapan kepada bupati mereka, agar sekolah mereka terus diperhatikan dan di dukung pengembangannya. Salah seorang dari mereka, menyampaikan harapannya agar bupati terus menjadi seorang pemimpin yang baik. “Hal itu merupakan doa bagi saya”, jawab bupati.(Gula/John)

gravatar

BUPATI KUDUS: Pengadaan Barang/Jasa Terlaksana Dengan Cepat dan Tepat


KUDUS-ISK  (1/4) – Pada Selasa (1/4) diadakan sosialisasi unit layanan pengadaan barang/jasa pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Setda. Pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) ini dilaksankan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. Pada pasal 130 ayat (1) diamanatkan bahwa ULP wajib dibentuk paling lambat pada tahun anggaran 2014.

“Pemkab Kudus telah berkomitmen untuk melaksanakan proses pengadaan barang jasa secara efektif, efisien, terbuka, transparan, bersaing, adil dan akuntabel. Komitmen ini diwujudkan dengan diterbitkannya Perbup Nomor 28 Tahun 2013 tentang Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus dan Keputusan Bupati Kudus Nomor 027/057/2014 tentang Pengangkatan Kepala, Sekretaris dan Anggota Kelompok Kerja ULP,” kata Wabup Kudus, Abdul Hamid dalam sambutannya.

Dengan terbentuknya ULP dengan Pokja-pokjanya diharapkan pengadaan dapat berjalan dengan proses strategis, dimana ULP dapat menyediakan masukan dan panduan kepada pengguna barang/jasa dan Pejabat Pembuat Komitmen pada setiap SKPD.

“Ditambah dengan adanya Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), fungsi manajemen strategis ULP menjadi lebih signifikan. Disamping lebih menguatkan prinsip pengadaan, proses pengadaan dengan LPSE akan memperkuat sistem manajemen pengadaan dalam suatu instansi,” imbuh Abdul Hamid.

Dengan pelayanan yang kredibel dari ULP diperoleh proses pelaksanaan pengadaan yang sesuai dengan aturan, prinsip serta kebijakan pengadaan sehingga kebutuhan barang/jasa yang sesuai kebutuhan pengguna akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan perlindungan hukum untuk meminimalkan resiko bagi instansi.

Pada kesempatan ini Wabup Kudus, Abdul Hamid juga menyampaikan kepada seluruh anggota Pokja agar dalam pengadaaan barang/jasa tidak meninggalkan prinsip 4 T (tepat aturan, tepat administrasi, tepat  sasaran dan tepat manfaat). “Proses pengadaan harus dilakukan secara mandiri tanpa pengaruh dari pihak lain, sehingga proses dapat diselenggarakan dengan transparan dan akuntabel. Setelah sosialisasi ini saya harapkan kepada seluruh SKPD segera menindaklanjuti, agar pengadaan barang/jasa dapat terlaksana dengan cepat dan tepat,” pungkas Abdul Hamid. (humas)
#Sang_Pejuang 
*Redaksi

gravatar

Pemilihan Umum 2014 WNI Berlangsung di Victoria Town Hongkong

Victoria Town - Pemilu 2014 dihongkong hari ini dilaksanakannya pemilihan yang diikuti oleh ribuan WNI di Hongkong yang sudah terdaftar DPT melaksanakan Pemilihan Presiden dan Legeslatif wilayah DKI Jakarta. Bertempat di Victoria Town warga Negara Indonesia lebih dahulu menentukan hak pilihnya dari Indonesia. Terdiri dari 13 TPS dan masing masing TPS ada 5 Bilik pengambilan suara. Sempat terjadi ketegangan karena banyak yang belum terdaftar hadir di semua TPS,Namun segera diperoleh kesepakatan untuk mendaftar ulang pada pukul 15.00 waktu setempat.

Gambar dan Laporan: Kontributor ISK Hongkong.(Mr/Ninna)

gravatar

Berbagai Upaya Dilakukan KPU Agar Masyarakat Tidak Golput

Kudus - 30/03/14 Demi mensukseskan pemilu 2014 KPU mensosialisasikan waktu CFD tadi pagi dengan membagikan lembaran kepada masyarakat dengan Tulisan " Kenali Calonmu Coblos Gambarnya " bertujuan agar masyarakat tidak ada yang golput.(Oemam/Lia/Sang_Pejuang/dj_owix/bastian/Mr)

gravatar

BUPATI KUDUS: MUSRENBANG Untuk Kesejahteraan Masyarakat

 KUDUS-ISK (27/3) - Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (musrenbang RKPD) KabupatenKudus Tahun 2015 dilangsungkan di pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (26/3). Mengambil tema mewujudkan Kudus yang semakin sejahtera melalui pemerataan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta terdiri dari anggota DPRD, SKPD Pemkab Kudus, camat, lurah/kades, perguruan tinggi, dunia usaha, berbagai asosiasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat, serta tim penyusun RKPD.

Para peserta dibagi dalam empat kelompok. Setiap kelompok akan membahas sesuai bidang yang ditangani. Keempat bidang tersebut adalah kelompok I bidang pemerintahan, kelompok II bidang ekonomi, dan kelompok III bidang fisik dan sarana prasarana. Sedangkan kelompok terakhir membahas bidang sosial budaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengklarifikasi usulan, menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan. Selain itu untuk verifikasi indikator program dan kegiatan, serta menyepakati program dan kegiatan prioritas daerah. Sehingga nantinya rincian rencana kerja SKPD akan dihasilkan beserta regulasinya.

Pada sambutan pembukaan pelaksanaan musrenbang ini, Bupati Kudus H. Musthofa menyampaikan kagum dengan kehadiran peserta yang cukup banyak. Dirinya berharap agar pelaksanaan ini mampu menghasilkan penyusunan perencanaan pembangunan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kudus.

”Semoga musrenbang ini mampu merumuskan perencanaan program kerja pembangunan yang sinergis antara program pembangunan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten,” harapnya.

Bupati menyatakan bahwa forum ini sebagai media konsultasi publik. sehingga dirinya berharap masyarakat bisa mengikuti dan memberikan masukan untuk penyusunan program pembangunan bagi masyarakat Kudus. Karena muara akhir dari perencanaan ini adalah untuk kepentingan masyarakat kabupaten Kudus secara luas.

”RKPD 2015 ini untuk menentukan langkah-langkah strategis pembangunan demi terwujudnya masyarakat Kudusyang semakin sejahtera,” tegasnya.

Ditambahkannya pula, bahwa untuk mewujudkan visi tersebut pemkab Kudus telah menetapkan misi dalam pencapaiannya. Di antaranya pemberdayaan UMKM, wajib belajar 12 tahun, fasilitas kesehatan yang murah, perlindungan usaha, dan pembangunan perekonomian. Selain itu pembangunan infrastruktur, pemerintahan yang baik, serta pemberdayaan masyarakat tak luput dari misi yang akan dicapai.

Dengan sinkronisasi program dan kegiatan yang baik, akan dihasilkan output dan outcome yang akan dampak positif bagi prioritas pembangunan. Sehingga ada skala prioritas yang jelas untuk dipilah-pilah sesuai anggaran yang ada.

Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan negara yang baik diawali dari perencanaan pembangunan dari desa. Maka, tidak berlebihan jika kepala desa sudah seharusnya paham dengan aturan serta bisa merencanakan kegiatan pembangunan sesuai kebutuhan bersama seluruh masyarakat. Dengan demikian pembangunan akan yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (humas)
#Sang_Pejuang #Oemam
*Redaksi