Showing posts with label Bupati Kudus Musthofa Wardoyo. Show all posts

gravatar

Bupati Kudus Musthofa Wardoyo

 Bupati Kudus Musthofa Wardoyo

H. Musthofa (lahir di Kudus, Jawa Tengah, 2 Januari 1963) adalah bupati Kudus yang menjabat pada dua periode yakni 2008-2013 dan 2013-2018.

Bupati Kudus Musthofa Wardhoyo Memantau Kondisi Banjir
Bupati Kudus Musthofa Wardhoyo Memantau Kondisi Banjir

Sebelum menjadi bupati ia pernah bekerja di berbagai tempat. Ia pernah bekerja di Asuransi Bumida pada tahun 1987 hingga 2000 dengan jabatan terakhir sebagai kepala divisi pemasaran di Jakarta. Lalu ia bekerja sebagai komisiaris BPR Agung Sejahtera Kudus dan kemudian maju sebagai anggota DPRD Kudus periode 2004-2009

Riwayat pendidikan

  • Madrasah Ibtidaiyah Khairiyah Getas Pejaten Kudus (lulus 1975)
  • Madrasah Tsanawiyah/Mualimin Kudus (lulus 1978)
  • Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kudus (lulus 1982)
  • Sekolah Tinggi Komputer ITN Bandung (lulus 1988)


Penghargaan Adipura oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Penghargaan Adipura oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono



Bupati Kudus H Musthofa menerima upakarti dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada tanggal 5 Januari 2012.


Penghargaan Satya Lencana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Hari Bahasa Jawa Di Kudus



Bupati Kudus Deklarasikan Berbahasa Jawa pada 25 Maret 2014. Dengan deklarasi ini, maka untuk selanjutnya setiap hari Rabu, semua kegiatan baik di lingkungan pemerintahan, swasta, dan sekolah di lingkungan Kabupaten Kudus harus memakai bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar.

Demikian profil singkat Bupati Kudus Musthofa Wardoyo



gravatar

Dari SMK, Menuju Indonesia, Kuasai Dunia

ISK-KUDUS-SMK Bisa! SMK Jaya! SMK Hebat! Itulah yel-yel penyemangat bagi siswa-siswi sekolah menengah kejuruan (SMK). Dibandingkan dengan beberapa tahun silam, kini siswa SMK terus menunjukkan kompetensinya dalam aplikasi ilmu kejuruan yang ditekuni. Hasil karya siswa-siswi SMK se-Kabupaten Kudus dipamerkan di ajang SMK Expo di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang digelar tanggal 16-18 Mei 2014.
Hadir dalam pembukaan acara tersebut, Bupati Kudus H. Musthofa beserta Wakil Bupati, Sekda dan Asisten Sekda, forkopinda, jajaran pejabat dan unsur pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), kepala sekolah, tamu undangan, serta perwakilan Djarum Foundation tentunya. Turut pula hadir ratusan siswa-siswi SMK dari 26 SMK negeri dan swasta Se-Kabupaten Kudus. Acara dibuka oleh Bupati Kudus ditandai dengan pemukulan gong, pada hari Jumat (16/5).
”Tunjukkan dan buktikan, bahwa kalian semua siswa SMK memiliki kompetensi yang baik dan berkualitas,” pesan bupati memberikan semangat bagi siswa SMK.
Yang disampaikan bupati tersebut sangatlah tepat. Karena kini lulusan SMK mampu mengisi berbagai bidang pekerjaan dengan ilmu kejuruannya. Dan tentunya akan mampu mengurangi angka pengangguran khususnya di Kudus. Namun demikian, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tetap terbuka bagi yang berminat.
”Banyak sudah kreasi hasil karya anak SMK dari Kudus yang memenangi lomba kreativitas dan inovasi di tingkat nasional. Teruslah tunjukkan potensi, sehingga dari SMK di Kudus bisa menuju Indonesia, bahkan menguasai dunia,” harapnya. Humas

@Sang/Mr



gravatar

Kecamatan dan Kelurahan sebagai Lini Depan Pelayanan

ISK-KUDUS-Acara rutin dua mingguan yang digelar di Stadion/GOR Wergu Wetan Kudus tetap berlangsung pada hari Jumat (16/4). Pagi itu giliran SKPD kecamatan dan kelurahan. Sedikitnya lebih dari 300 orang pegawai hadir dalam acara apel pagi dan olahraga bersama bupati Kudus.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban dengan silaturahmi, kekeluargaan, dan kekompakan. Selain itu untuk meningkatkan kedisplinan dan olahraga bersama untuk kesehatan jasmani. 
Karena dengan fisik yang terjaga, jiwa dan semangat pun menjadi kuat.
Dalam arahannya, Bupati Kudus H. Musthofa menyampaikan bahwa kecamatan dan kelurahan wajib memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Jangan mempersulit tetapi harus memberikan kemudahan, cepat, dan tepat/akurat. "Kecamatan dan kelurahan merupakan lini depan dalam pelayanan. Berikan pelayanan yang optimal. Karena wajah Pemkab dan bupati tercermin dari pelayanan ini," pesan bupati dalam sambutannya.
 
Selain itu, acara ini juga sebagai sosialisasi peraturan tentang kepegawaian yang tertuang dalam UU ASN. Dan bupati pun menberikan kesempatan pada seluruh pegawai untuk berkompetisi secara sehat. Dengan menunjukkan kinerja dan perilaku yang baik.
"Saya persilakan bagi pegawai yang memiliki prestasi, akan ada tempat yang sesuai. Termasuk yang ingin refresh dengan mengusulkan mutasi," sambungnya.
Di akhir sambutannya, bupati berpesan bagi camat dan lurah untuk selalu menjaga kondusivitas wilayah. Dibantu forkopinda, staf, serta satgas pemilu yang telah dikukuhkan beberapa waktu lalu. Mengingat pemilu presiden akan digelar dua bulan lagi yang akan menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. (*) Humas

@Sang Pejuang

gravatar

Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak 120 Tenaga Honorer K2 Malam ini Ditandatangani Bupati Kudus H.Mustofa



Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak 120 Tenaga Honorer K2 Malam ini Ditandatangani Bupati Kudus H.Mustofa

ISK-Kudus 16/05,Setelah menunggu hasil verifikasi dari Ombudsman Jawa Tengah sejak tanggal 13 Mei 2014 akhirnya pada tanggal 15 Mei 2014 pukul 22.46 ditandatangani oleh Bupati Kudus H.Mustofa dengan 4 filter yang menjadi pertimbangan:
1.Hasil pemerikasaan Inspektorat Kabupaten Kudus
2.Berita acara pemerikasaan team verifikasi (dibentuk atas perintah Bupati)yang terdiri dari Inspektorat,Asisten,BKD,Setda,dengan Wakil Bupati sebagai Pembina.
3.Hasil verifikasi dan konsultasi langsung tanggal 13 – 15 Mei 2014 pukul 22.46 tahun 2014 terkait data dari Ombusdman Propinsi Jawa Tengah.
4.SKTM yang bersangkutan,masing masing dinyatakan lulus lolos dengan menyatakan tanggungjawab mutlak.

Dari proses yang panjang tersebut,team Ombusdman Propinsi Jawa Tengah berjumlah 4 orang yang langsung diserahkan oleh Kepala Perwakilan Ombusment Propinsi Jawa Tengah Ahmad Yazid kepada BKD Kabupaten Kudus.
Dari hasil Verifikasi yang dilakukan ada 2 orang yang mengundurkan diri dari desa Gulang dan Japan karena BBTMS (istilah dari Ombusdman “Betul Betul Tidak Memenuhi Syarat).Menurut bupati Kudus H. Mustofa terkait sanksi yang mungkin akan dijatuhkan,”Jika keduanya adalah PNS maka akan dikenakan sanksi sesuai PP 34,jika mereka bukan PNS maka ini sudah bukan wewenang kita.”Keterangan bupati usai menandatangani SPTJM.
Mr/Ceplu/Qiong.

gravatar

Saatnya Bekerja, Bekerja Dan Bekerja


ISK-KUDUS-Sekarang bukan saatnya untuk berteori memberikan ceramah. Tetapi mulai sekarang saatnya bekerja, bekerja, dan bekerja. Itulah yang disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa ketika memimpin rapat pimpinan (rapim) yang dihadiri 53 kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab Kudus.

Pada acara yang berlangsung di ruang rapat lantai IV gedung Setda, Rabu (14/5) ini, Bupati didampingi wakil bupati, sekda, dan para asisten sekda. Ada beberapa poin yang menjadi fokus bupati pada rapim kali ini. Di antaranya mengenai kedisiplinan dan kinerja pegawai. Termasuk di dalamnya mengenai penyusunan sasaran kerja pegawai (SKP).

Menyinggung tentang Opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan catatan yang diperoleh Pemkab Kudus dari BPK-RI Kantor Perwakilan JawaTengah beberapa waktu lalu, bupati berharap harus segera ditindaklanjuti. Karena ini merupakan cerminan pengelolaan keuangan daerah. Ke depan bupati berharap agar catatan-catatan yang masih ada bisa terhapus.
”Saya menghendaki agar SKPD terkait agar segera berkoordinasi dan menyelesaikan tindak lanjut dari catatan yang ada,” tegas Musthofa.
Sementara itu, mengenai disiplin pegawai, bupati meminta kepada kepala SKPD untuk terus meningkatkan disiplin kepada seluruh pegawai. Di antaranya tentang apel pagi, penegasan jam kerja, dan ketepatan waktu (on time) dalam semua kegiatan termasuk rapat. Bahkan dirinya meminta untuk mengaktifkan kembali presensi pegawai dengan finger print.

Lebih lanjut bupati mengatakan bahwa untuk para camat, untuk terus mengagendakan pembinaan wilayah. Pembinaan itu dilakukan secara berkala hingga ke tingkat desa. Sedangkan untuk SKPD yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat, untuk memberikan pelayanan prima. Dengan ketepatan biaya, waktu, dan syarat yang jelas.
”Kita harus segera bekerja, bekerja, dan bekerja. Karena keberhasilan perjalanan ini dimulai dari satu langkah, mulai dari sekarang, dan diawali dari kita sendiri,” tambahnya. (*)Humas



@Sang Pejuang

gravatar

H. Musthofa: Pemimpin Ideal Harus Bisa Ngayomi, Ngayemi dan Ngayani

ISK-KUDUS-Bukan merupakan sesuatu yang istimewa, ketika seorang pemimpin mampu memaparkan konsep program-program yang dirancangnya dengan cerdas. Memang, pada umumnya, program tersebut tentunya sangatlah bagus. Tetapi apakah konsep program yang dibuat tersebut sudah pas dengan harapan dan kebutuhan masyarakat?
 
Hal itulah yang menjadi perhatian khusus H. Musthofa semenjak dilantik menjadi Bupati Kudus periode pertama, 30 Juni 2008 silam. Dirinya mengkolaborasikan seluruh elemen jajarannya dalam satu manajemen besar. Ya, disebutkannya sebagai manajemen kolaborasi. Artinya, dari semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) semuanya terfokus pada satu titik, untuk masyarakat!
Memasuki periode kedua kepemimpinannya ini, dirinya senantiasa ‘membudayakan’ untuk terjun langsung bertemu dengan masyarakat, termasuk acara open house. Meski sudah 6 tahun, kebiasaan ini akan terus dilakukannya. Karena baginya, tradisi ini sangat tepat untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh warganya.
”Semua warga Kudus adalah saudara kita semua. Jadi sudah seharusnya saya mendengarkan mereka, untuk tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” ujar H. Musthofa di salah satu acara silaturahmi dengan masyarakat.
 
Kemampuan dan kesediaan untuk mendengar inilah yang menjadi kata kunci Musthofa dalam membangun Kudus. Karena sesuai filosofi bahwa manusia dibekali dengan dua telinga dan satu mulut, adalah untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Selain itu, tentunya, dibutuhkan pemikiran cerdas dan implementasi nyata untuk memenuhi harapan warganya.
”Dari setiap acara saya muter ke desa, saya bisa silaturahmi langsung ketemu dengan warga dan tahu kondisinya. Ternyata, banyak hal yang harus kami lakukan, dan terus kami evaluasi,” tambahnya.
Sebagai contoh, di salah satu desa, ada warga yang menghendaki Bupati untuk mengkhitankan anaknya. Hal ini langsung direspon olehnya dengan program khitan gratis bagi warga yang kurang mampu. Ini merupakan satu di antara sekian banyak program pro rakyat yang telah dicanangkannya. Semua bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Kudus yang semakin sejahtera.
”Pemimpin harus bisa ngayomi, ngayemi, dan ngayani. Dan kami akan terus membenahi kekurangan kami sebagai manusia biasa,” pungkasnya.
 

Dari sini jelas, bahwa menurutnya, pemimpin harus bisa memberikan perlindungan bagi warganya (ngayomi) dan memberikan rasa nyaman dalam bekerja dan beraktivitas (ngayemi). Terakhir yaitu ngayani, yang berarti harus bisa memberikan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang dipimpinnya. (*)

Sumber:Kudusnews

@Sang Pejuang @John

gravatar

Bupati Tinjau Langsung Kondisi Terkini Kambangan

KUDUS-ISK – Jika ingin mengetahui permasalahan sebenarnya, maka cara terbaik adalah dengan terjun langsung ke lokasi. Hal itulah yang dilakukan oleh bupati Kudus, H. Musthofa, saat meninjau langsung kondisi terkini pasca bencana di dukuh Kambangan desa Menawan kecamatan Gebog (12/5).

Peninjauan ini terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh warga setempat pasca bencana longsor yang menimpa wilayah mereka beberapa waktu yang lalu. Dampak yang ditimbulkan bencana alam tersebut sampai kini masih mereka rasakan. Utamanya warga yang kehilangan tempat tinggal dan rusaknya beberapa infrastruktur, salah satunya jembatan yang melintang di desa tersebut. Saat ini memang jembatan tersebut sudah bisa dilalui kembali, namun konstruksi yang hanya berupa potongan pohon kelapa (glugu) tentu tidak cukup kuat untuk jangka waktu yang lama.

Menurut bupati Kudus, kondisi ini memang membutuhkan tindak lanjut segera. “Untuk warga yang kehilangan tempat tinggalnya, Pemkab akan memfasilitasi warga dalam mencarikan pinjaman guna mendapatkan lahan baru untuk tempat tinggalnya. Khusus untuk rumah-rumah yang roboh, pemkab akan mengalokasikan bantuan sebagai stimulan. Namun tentu bantuan dari provinsi maupun dari pusat akan diajukan”, paparnya.
 Mengenai infrastruktur, akan ditangani dengan skala prioritas. Sebagai contoh adalah jembatan yang memang memerlukan penanganan segera karena merupakan sarana penghubung warga desa. Juga jalan sepanjang 5,5 km akan di perbaiki tahap demi tahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

@Sang Pejuang


gravatar

Tingkatkan Kualitas SDM, PEMKAB Kudus Gandeng UNNES


KUDUS-ISK-Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kata kunci dalam pembangunan. Terlebih bagi aparatur pemerintah, untuk Kudus menuju Indonesia. Hal inilah yang mendorong Pemkab Kudus untuk menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilangsungkan di Kampus Unnes di Semarang, Rabu (7/5).
Selain untuk pengembangan dan peningkatan kualitas SDM, acara ini juga bertujuan untuk membina hubungan kelembagaan dalam melaksanakan fungsi pendidikan dan pengabdian masyarakat. Termasuk di dalamnya untuk peningkatan bidang kesehatan, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Di hadapan rektor Unnes, Prof. Dr. Fatkhur Rokhman, M.Hum, bersama seluruh jajarannya, bupati Kudus H. Musthofa memaparkan program-program untuk masyarakat yang telah dilakukan Pemkab Kudus lebih sejak tahun 2008 silam. Bahkan pada bidang pendidikan berhasil meraih Satya Lencana Pembangunan Bidang Pendidikan dari Presiden RI.
“Keberhasilan ini bukanlah prestasi seorang bupati saja. Tetapi hasil upaya dan jerih payah seluruh jajaran pejabat, terutama bidang pendidikan, dengan dukungan seluruh masyarakat,” terang Musthofa.
Ketika pemerintah pusat belum mencanangkan adanya wajib belajar 12 tahun, Pemkab Kudus telah “mendahului” mencanangkan program tersebut. Mengingat APK SLTP tuntas paripurna 104,4%. Hal ini tentunya harus diikuti dengan berbagai upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Mulai dari fit and proper test pengadaan pegawai, serta peningkatan kualitas dan kompetensi guru serta optimalisasi kurikulum pendidikan berbasis karakter.
Sedangkan bidang kesehatan, sudah terbentuk di 132 desa siaga. Ke depan, kerja sama dengan Unnes mengenai pengabdian masyarakat dalam peningkatan kualitas kader desa siaga. Sehingga perlu adanya pendampingan dan pelatihan anggota forum kesehatan.
Dalam bidang lingkungan hidup, Kudus telah menerima penghargaan adipura. Namun ruang terbuka hijau dinilai masih kurang. Selain itu, Kudus juga memiliki produk unggulan asli Kudus, salah satunya Duku Sumber. Itu semua perlu adanya penelitian dan pengembangan tentang varietas duku tersebut.
”Sehingga kami mohon dukungan kerja sama untuk konsep pengembangan yang berwawasan lingkungan. Juga pendampingan mengenai green school,” tambahnya.
Bidang ekonomi kerakyatan, pemkab telah membuka balai latihan kerja (BLK) untuk mendukung implementasi visi tentang pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kesempatan kerja yang lebih luas. Program ini perlu didukung dengan adanya peningkatan kualitas instruktur BLK dan pemasaran pascapelatihan.
”Kami juga ada program bedah rumah. Ini sebagai stimulan bagi warga untuk gotong royong dalam membangun tempat tinggal yang layak,” paparnya.
Yang terpenting, menurutnya, semua implementasi program ini harus mengikuti prinsip 4T. Tepat aturan, tepat administrasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Melalui dukungan kerjasama dengan Unnes, diharapkan semua program ini bisa berjalan sesuai rencana dan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kudus.(*)Humas

@Sang