Showing posts with label Aneka Ragam. Show all posts

gravatar

Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak 120 Tenaga Honorer K2 Malam ini Ditandatangani Bupati Kudus H.Mustofa



Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak 120 Tenaga Honorer K2 Malam ini Ditandatangani Bupati Kudus H.Mustofa

ISK-Kudus 16/05,Setelah menunggu hasil verifikasi dari Ombudsman Jawa Tengah sejak tanggal 13 Mei 2014 akhirnya pada tanggal 15 Mei 2014 pukul 22.46 ditandatangani oleh Bupati Kudus H.Mustofa dengan 4 filter yang menjadi pertimbangan:
1.Hasil pemerikasaan Inspektorat Kabupaten Kudus
2.Berita acara pemerikasaan team verifikasi (dibentuk atas perintah Bupati)yang terdiri dari Inspektorat,Asisten,BKD,Setda,dengan Wakil Bupati sebagai Pembina.
3.Hasil verifikasi dan konsultasi langsung tanggal 13 – 15 Mei 2014 pukul 22.46 tahun 2014 terkait data dari Ombusdman Propinsi Jawa Tengah.
4.SKTM yang bersangkutan,masing masing dinyatakan lulus lolos dengan menyatakan tanggungjawab mutlak.

Dari proses yang panjang tersebut,team Ombusdman Propinsi Jawa Tengah berjumlah 4 orang yang langsung diserahkan oleh Kepala Perwakilan Ombusment Propinsi Jawa Tengah Ahmad Yazid kepada BKD Kabupaten Kudus.
Dari hasil Verifikasi yang dilakukan ada 2 orang yang mengundurkan diri dari desa Gulang dan Japan karena BBTMS (istilah dari Ombusdman “Betul Betul Tidak Memenuhi Syarat).Menurut bupati Kudus H. Mustofa terkait sanksi yang mungkin akan dijatuhkan,”Jika keduanya adalah PNS maka akan dikenakan sanksi sesuai PP 34,jika mereka bukan PNS maka ini sudah bukan wewenang kita.”Keterangan bupati usai menandatangani SPTJM.
Mr/Ceplu/Qiong.

gravatar

Manfaat Kopi Selain Diminum

Kopi hitam pada umumnya kita nikmati dengan cara diminum pada saat pagi hari maupun pada waktu - waktu tertentu dengan sahabatnya yaitu kue ataupun roti tentunya. Namun apakah anda tau bahwa kopi ada manfaatnya selain diminum ?

Berikut adalah manfaat kopi selain di minum :

1. Sebagai Pewangi Kulkas
Khususnya kopi tubruk atau masih dengan butiran-butiran kasar kopi. Setelah habis diminum jangan langsung dibuang melainkan dikeringkan untuk disimpan dalam mangkuk di kulkas. Ini menghilangkan aroma-aroma tidak sedap dari dalam kulkas yang disebabkan oleh makanan-makanan lain yang disimpan.

2. Sebagai Pupuk untuk tanaman
Kopi bubuk juga bisa menyuburkan tanaman Anda. Ini menjadi semacam pupuk bagi tanaman Anda. akan tetapi ada juga tanaman yang tidak suka diberi pupuk kopi ini seperti : bunga lavender, kubis, paprika.

3. Mencegah serangga
Aroma kopi yang disukai oleh manusia, ternyata serangga tidak menyukai aroma kopi. Hal ini tentunya juga bisa menjadi pengusir serangga seperti semut,serangga dan lainnya. dengan cara taburkan bubuk kopi pada daerah yang sering dilewati serangga dan semut.

4. Pewarna kain

Kopi memberikan warna coklat alami pada kain. seperti batik dan hal ini bisa jadi alternatif pewarna kain buat anda.

5. Memperbaiki goresan
Ketika furnitur Anda ada beberapa bagian yang tergores, campurkan kopi dengan air lalu oleskan pada bagian yang tergores untuk memperbaikinya.

6. Membersihkan noda
Noda bekas makanan atau tinta memang membuat kesal jika sudah membekas di meja. Maka ambilkan kopi dan campur dengan air untuk membersihkannya.

7. Membersihkan debu
Ketika sedang membersihkan rumah maka yang paling menganggu adalah debunya. Gunakan air kopi untuk membersihkan tempat yang berdebu.

8. Memberikan kesan antik
Jika Anda suka membuat sesuatu yang bermotif etnik dan antik, Anda bisa menggunakan air kopi untuk membuat motif vintage pada kertas misalnya.

9. Pengelupasan kulit
Sebagai kosmetik, kopi bisa digunakan untuk membantu mengelupaskan kulit mati sehingga kulit bisa terus bergenerasi.

Semoga info yang kami berikan mengenai kopi bisa bermanfaat bagi anda.
Sampai jumpa dan Selamat beraktivitas... !!!


Sumber : Inilah.com 

@Oemam

gravatar

PUPUK MASIH LANGKA



Kudus 04/05,Persoalan pupuk kembali menjadi persoalan di wilayah kecamatan Undaan pasalnya sejumlah petani megeluhkan hilangnya sejumlah jenis pupuk di pasaran saat ini.
“Mencari pupuk sampai ke Sambung Demak dengan harga 126 ribu padahal berlabel Bersubsidi”Ungkap Petani di Undaan Lor kepada ISK lewat pesan singkat.Itupun menurut pedagang di Sambung Demak pupuk tersebut berasal dari daerah Jepara,karena saat ini memang diduga penurunan pupuk mencapai 70% yang sampai kepada Masyarakat.

Berikut harga pupuk sebelum langka:Urea- 90rb,ZA -75rb,SP 36- 105rb,Phonska -115rb,jenis SP 36 hilang,urea langka ZA langka,Phonska dtg dibatasi....permusim pupuk datang biasanya 70 ton sekarang hanya 20 – 30 ton saja,Keterangan ini dibenarkan plt.Kepala Dinas Perdagangan Sudaharti kepada ISK.
Lebih lanjut plt.Kepala Dinas Perdagangan Sudarti (Ethik) menjelaskan Kelangkaan pupuk memang terjadi di hampir seluruh wilayah tanah air,namun pihaknya masih harus menunggu pengajuan permintaan dari Dinas Pertanian agar bisa jumlah tambahan kuota lebih tepat kebutuhannya.Sehingga diharapkan para petani bisa berkordinasi dengan kelompok tani agar bisa dilanjutkan kepada Dinas Pertanian.
“Saat ini pemakaian pupuk sudah melebihi kuota musim tanam pertama karena sempat terjadi kegagalan karena bencana beberapa waktu lalu justru dikawatirkan kelangkaan lebih serius terjadi pada musim tanam ke tiga.”Ungkapnya melalui telepon kepada ISK
Gambar : sergapntt.com
@Mr.

gravatar

GAMBARAN PERJUANGAN

Surat untuk Ayah,
Selepas subuh panggul dagangan laksana menari untuk mewujudkan mimpi sang anak di sela gemuruh lalu lalang kendaraan yang menyapa dengan asap dan debu.

Ketika lelah cukup sebentar pejamkan mata melepaskan lelah
Berbicara dengan dagangan yang masih tersisa
Sang anak menulis sajak dengan diterangi lampu teplok seadanya
Bukan sajak biasa namun coretan untuk dipamerkan sang Ayah

Yah,dipamerkan kepada Dunia
Bahwa perjuangan Ayah telah disambut dengan Prestasi Gemilang
Berbagai juara dan sanjungan media Untuk Indonesia
Atas keringat sang Ayah untuk Hidup si Anak jauh lebih Hebat

Ayah,trimaksih.....
Jerih payahmu aku Sambut dengan Rangkaian Prestasi
Untuk Kudus dan Negeri Indonesia

Trimakasih Ayah,

@Mr.


gravatar

Perjuangan Hidup Dari Sebilah Cangkul

  Perjuangan Hidup Dari Sebilah Cangkul

Perjuangan Ibu Siti Masrikah

Kudus - 21/04/14 Keringat yang mengalir di medan kehidupan yang keras adalah penebus sukses meraih hidup untuk sejahtera, ungkapan itu muncul pada seorang Ibu Siti Masrikah umur 50 Th yang bertempat tinggal di Desa Undaan Kidul Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Ibu siti mempunyai cucu yang saat ini sudah berumah tangga, sedangkan suaminya sudah meninggal.

Dengan sebilah cangkul yang di bawanya setiap hari menggambarkan sebuah kehidupan perjuangan perempuan seperti Ibu Kartini yang jatuh pada hari ini. Ketika salah satu kontributor kami bertemu dengan Ibu Siti (50) dia menungkapkan bahwa "Pekerjaan seperti ini sudah lama saya menggeluti pekerjaan sebagai petani dengan mencangkul ladang di kebun maupun sawah, semenjak pada banjir pada tahun 1993 ibu siti setiap harinya melakukan kegiatan seperti ini " bilangnya.

Sementara itu, dia mencangkul untuk ditanami tanaman palawija yang nantinya akan di konsumsi sendiri demi menyambung hidupnya. hal ini tentunya akan beratnya menempuh kehidupan yang sejahtera di era zaman yang sudah modern seperti ini, dan ibu separuh baya ini terus berjuang demi kelangsungan hidup yang begitu sangat keras. Dari informasi ini kita bisa ambil hikmahnya "kita hidup jangan mudah putus asa meskipun hidup itu penuh dengan cobaan serta keras untuk menjalaninya".


 *John

Perjuangan Hidup Dari Sebilah Cangkul

gravatar

SD 3 TENGGELES KUDUS MENGUKIR PRESTASI


Menggali Kreativitas Anak
Belajar
Kudus,SD 3 Tenggeles yang terletak di wilayah Kudus bagian Timur memiliki potensi sumberdaya Manusia yang luar biasa.Pasalnya Sekolah tersebut berada di tengah tengah warga masyarakat yang sangat Religius.Dipimpin Kepala Sekolah H.Abdul Kodir yang memiliki prestasi sebagai guru Teladan 2 Tingakt Upt Pendidikan Mejobo diharapkan ke depan mampu mengukir prestasi yang membangggakan di Kabupaten Kudus.Dengan berbekal dana pribadi untuk membelikan laptop untuk 10 siswa serta rencana penambahan Wi-Fi untuk melengkapi kegiatan ekstra Kurikuler,diharapkan siswa tidak Gap Tek dalam era Digital seperti sekarang ini.Nampak siswa antusias mengikuti pelajaran yang diberikan mulai dari siswa kelas 3 sampai kelas 6.
Dengan berbekal tekat yang luar biasa dan kemauan yang keras segenap guru dan Kepala sekolah yang akrab dipanggil Pak Haji ini menggunakan tempat seadanya dan prasarana yang jauh dari kesan layak.Namun hal ini tidak mengendorkan semangat untuk terus berkarya buat
Mejobomencerdaskan kehidupan bangsa.Walaupun memiliki jabatan sebagai Kepala Sekolah H.Abdul Kadir masih membetulkan genting sekolah yang bocor,lantaran para guru sibuk mengajar sehingga H.Abdul Kadir rela melakukan perbaikan walaupun bukan tugasnya.Disinilah tergambar jelas bagaimana pribadi beliau yang dibanggakan segenap siswa dan wali murid sehingga jumlah murid dari tahun ke tahun tidak pernah mengalami kekurangan jumlah.
*Mr/Bastian.



gravatar

Universitas Muria Kudus Serahkan 10 Gaston ke Dinas Perhubungan

Kudus,Dalam rangka Berpartisipasi dalam mensukseskan Kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus  Yayasan Universitas Muria Kudus menyerahkan Gaston Pembatas jalan pagi tadi 13/04 usai acara Car Free Day di Timur Alun Alun Simpang Tujuh Kudus.

Penyerahan secara Simbolis dan penandatanganan serah terima dilakukan oleh Zamhuri Ketua Yayasan UMK kepada Kepala Dinas Perhubungan yang diwakili oleh Bag.Lalu Lintas Putut.
Dalam acara ini Gaston yang digunakan sebagai pembatas jalan yang membedakan kawasan CFD dan jalan bebas Lintas kendaraan bermotor diharapkan bisa berfungsi maksimal.

"Sebagai partisipasi kalangan Akademisi dalam upaya menumbuhkan rasa memiliki dan menikmati fasilitas yang diberikan pemerintah sehingga muncul kesadaran tertib berlalu lintas dalam kehidupan bermasyarakat."Kata Zamhri di sela sela serah terima Gaston."Agar Gaston ini bisa bermanfaat untuk Dinas terkait dan Partisipasi UMK dalam mensukseskan kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus Khususnya acara rutin CFD,"imbuhnya.ISK.

gravatar

Burung Kepodang Sebagai Maskot Provinsi Jawa Tengah

Burung Kepodang Sebagai Maskot Provinsi Jawa Tengah

Burung Kepodang

Burung Kepodang adalah sejenis burung hias dengan bulu - bulunya yang cantik serta burung ini terkenal dengan pesolek yang tampil rapi dalam membuat sarang, jika kita akan membedakan antara jantan maupun betina tentunya sangat kesulitan karena burung ini semuanya mirip dari segi bentuk fisik maupun bulunya itu tersendiri.

Selain itu, burung ini selalu identik sebagai maskot bagi provinsi jawa tengah yang dipahami sebagai burung berwarna kuning, yang mengandung makna filosofi sebagai generasi muda, anak, keindahan, kekompakan, dan keserasian. Serta burung ini sering di mitos kan di jawa bahwa dahulu pada saat sorang ibu yang hamil apabila memakan daging burung kepodang ini konon katanya jika lahir anak laki - laki maka anak tersebut tampan, dan jika lahir seorang anak perempuan maka anak tersebut cantik. Namun keberadaan burung kepodang saat ini di indonesia sendiri sangatlah langka, akibatnya banyak masyarakat yang memburunya untuk dijadikan sebagai burung hias.

Sementara itu, penyebaran populasi burung kepodang tersendiri tersebar di asia seperti Indis, Philipina, dan Indonesia. keunikan burung kepodang bisa meniru suara burung lain seperti burung suara Cucakrawa, Muraibatu, Kacer, dan Trucukan. Demikian info mengenai Burung Kepodang.

#Oemam

gravatar

Pasar Pagi Pasar BITINGAN Kudus

Kudus,Pasar Paginya kota Kudus yang satu ini menjadi pusat perdagangan hasil bumi di seluruh Kabupaten Kudus bahkan sentra sentra hasil bumi di Jawa Tengah berpusat di Pasar Bitingan ini.Terletak di Pusat kota Kudus yang berdampingan dengan Kudus Plaza yang merupakan pusat perbelanjaan dan termasuk tujuan wisata keluarga.


Pasar Bitingan Kudus yang dikenal warga dengan pasar Anyar ini menjadi ramai dan hidup saat malam tiba.Bahkan mulai pukul 00.00 aktifitas para pedagang sudah mulai tampak,sehingga pihak Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar berencana memaksimalkan tempat bongkar muat agar tidak menimbulkan kemacetan.

Para pedagang dan Pembeli mempunyai waktu khusus untuk melakukan aktifitasnya yakni pada malam atau bahkan fajar antara pukul 03.00 dinihari sampai menjelang pagi.Tentusaja pada waktu tersebut harga yang ditawarkan juga sangat hemat karena merupakan harga Bakul atau istilahnya grosir.Dari sayur mayur sampai palawija semua tersedia disini,apalagi sentra makanan ringan semua mencari bahan baku palawija disini.
Pasar Bitingan yang memiliki 2 lantai dengan sayur,ikan juga daging berada di lantai atas untuk mengurangi kerumunan lalat dan alasan kebersihan.
Mr

.

gravatar

"Berkas Belum Lengkap" Kotak Suara Tak Bersegel di desa Karang Bener Kecamatan Bae Kudus

Kudus,Usai penghitungan suara di seluruh Kabupaten Kudus praktis usai dilaksanakan sampai menjelang dinihari 10/04. Penghitungan melelahkan ini menyisakan banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik.
Pasalnya di Desa Karang Bener dan Gondang Manis sejumlah kotak suara dibiarkan terbuka tanpa pengamanan penutup.Hal ini dibenarkan anggota KPPS Bandiyo dari desa Karang Bener kecamatan Bae
"Masih nunggu beberapa berkas untuk dimasukan"penjelasan singkat Bandiyo kepada ISK 10/04.
Hal ini praktis bisa menimbulkan kecurigaan karena kotak suara tidak dikunci dan disegel,padahal mestinya selesai rekapitulasi kotak suara harus digembok dan disegel dari KPU.
Berbeda dengan kejadian di Gondang Manis yang memiliki jumlah TPS terbanyak yang mencapai 28 TPS juga kotak suara tak disegel walaupun tergembok.
Beruntung pemilu kali ini dilaksanakan dengan aman tertib dan lancar,walaupun diwarnai beberapa insiden yang mestinya bisa diminimalisir sebelumnya,termasuk tertukarnya surat suara dari kabupaten Demak di desa Tenggeles Tps 11.Diharapkan untuk yang akan datang peristiwa ini tidak terulang lagi.
Gul/Cep/Sang.

gravatar

Sapu Sebagai Contoh Kebersamaan yang Membawa Manfaat

Sapu,sepintas merupakan alat yang seringkali kita tempatkan di belakang rumah,di dapur atau di tempat yang tidak ditunjukkan khalayak.Disini memiliki makna bahwa keberadaan sapu yang sangat penting sebagai sarana untuk membersihkan sampah tidak selalu berada dalam tempat yang menonjol.Dalam legenda Jawa sapu gerang malah dianggap mampu mengusir kekuatan gaib yang jahat.
Arti yang lebih tepat jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari kita adalah Bahwa dengan kebersamaan yang erat dan kokoh kita mampu melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

@Redaksi.

gravatar

Resensi buku Karya John Afifi "Mengagumkan, Hasil Karya Sedulur Kudus"

John Afifi
Di dalam ramalan Jayabaya disebutkan, “Di bumi nusantara akan datang suatu masa penuh bencana di mana gunung-gunung akan meletus, bumi akan berguncang-guncang, dan laut dan sungai akan meluap. Masa ini adalah masa keserakahan dan kesewenang-wenangan. Masa orang-orang jahat berkuasa dan orang-orang baik akan tertindas. Tapi, setelah masa yang paling berat itu, akan datang sebuah zaman baru di mana zaman baru itu penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman baru itu akan membawa bumi nusantara menuju puncak keemasannya. Dan, di zaman baru itu bumi nusantara akan kedatangan seorang pemimpin bernama Satrio Piningit”.
Ramalah Jayabaya ini ditulis ratusan tahun yang lalu oleh seorang raja dari Kerajaan Kediri yang adil dan disenangi rakyatnya. Raja itu bernama Prabu Jayabaya yang pernah memimpin Kerajaan Kediri pada sekitar tahun 1130 sampai dengan tahun 1160 M. Dia adalah seorang keturunan langsung dari Prabu Airlangga, raja tertinggi dari Kerajaan Kahuripan yang pernah memerintah antara tahun 1019 sampai dengan 1042 M.
Dari penafsiran Satrio Piningit ini, akan muncul beberapa nama, di antaranya Joko Widodo, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Surya Paloh, dan Wiranto. Dari ketujuh nama ini, akan terpilih satu nama yang mana nama tersebut sangat dimungkinkan akan sanggup menjawab pertanyaan “siapa sebenarnya Satrio Piningit untuk bangsa Indonesia”. Lantas, siapakah memang sebenarnya Satrio Piningit untuk bangsa Indonesia? Yang jelas, mari kita bersama-sama menunggu hasil dari pemilu 2014 mendatang sambil membaca buku berjudul “Satrio Piningit, Siapakah?” ini. Buku ini akan menguak secara utuh jati diri Satrio Piningit-Satrio Piningit tersebut.

Diresensi oleh penulisnya aseli. John Afifi, pemuda kelahiran desa Dawe, Kudus, yang sekarang bergiat di bidang kepenulisan buku.

Redaksi.

gravatar

BUPATI KUDUS: Berikan Apresiasi Kreativitas Masyarakat



KUDUS-Car Free Day (CFD) yang digelar di Kudus secara rutin setiap Minggu pagi, benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Dengan adanya CFD ini masyarakat bisa melakukan berbagai aktivitas di jalan raya yang setiap harinya ramai dengan hiruk pikuk kendaraan. Ada yang hanya sekadar jalan-jalan, ada pula yang memanfaatkannya untuk berolahraga dan pentas seni. Bahkan tak sedikit yang memanfaatkan sebagai peluang bisnis.

Ada yang hanya sekadar jalan-jalan, ada pula yang memanfaatkannya untuk berolahraga dan pentas seni. Bahkan tak sedikit yang memanfaatkan sebagai peluang bisnis. Bupati Kudus H Musthofa ikut hadir di ajang CFD untuk berjalan santai dan menyapa warga Kudus, Minggu (6/4). Hadir bersama wakil bupati dan jajaran pejabat Pemkab Kudus, Bupati mengaku senang dan bangga dengan kreativitas yang ditunjukkan masyarakat. Di salah satu stand, Bupati menyempatkan untuk melihat lebih dekat produk yang tawarkan.
”Wah, ini bagus. Kreativitas semacam ini yang perlu terus digali dan dimunculkan. Terus berkreasi dan tetap semangat!” pesan H. Musthofa pada karang taruna Bina Remaja. Karang taruna yang berasal dari Desa Getas Pejaten, Jati, ini menawarkan berbagai produk kerajinan berbahan baku dari enceng gondok.


Kreativitas ini sangat tepat dengan pilar pertama program pro rakyat. Masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan menggali potensi yang ada. Selain itu deretan produk kuliner juga dijajakan di sepanjang jalan A. Yani hingga perempatan gang empat (jalan tit Sudono-red).
”Ini merupakan bukti. Bahwa masyarakat sudah paham dengan adanya acara CFD ini. Mereka benar-benar memanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Harapannya ke depan, kesejahteraan yang selama ini digelorakan melalui visi-misi bupati Kudus, mampu dijemput secara maksimal oleh masyarakat. Warga Kudus hendaknya juga aktif memanfaatkan momen. Salah satunya melaui CFD ini. Karena selain bisa berolahraga untuk menjaga kesehatan, juga sebagai ajang rekreasi dan bisnis. (*) 


#Sang_Pejuang
*Redaksi


gravatar

Menikmati Panorama Candi Pringapus

Temanggung - 30/03/14 Bagi anda yang sedang cari - cari liburan atau weekend bersama keluarga maupun sang pujaan hati, mungkin liburan ke Candi Pringapus yang terletak di Kabupaten Temanggung bisa jadi alternatif untuk liburan untuk anda. dan untuk masuk ke obyek wisata tersebut adalah gratis hanya saja kita mengisi buku tamu. Candi Pringapus terletak di Desa Pringapus Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung, dari Candi Pringapus kita bisa menikmati panorama alam disekitar candi dengan pemandangan yang indah tentunya. Candi ini berdiri pada tahun 850, 852 bahkan ada juga yang memperkirakan tahun 900 atau sesudahnya.
Menurut seorang arkeolog, Djulianto Susanto (Menentukan Pertanggalan Candi; 2003). Bagi anda yang sedang pengen liburan Candi Pringapus bisa jadi alternatif buat anda. (Oemam)

gravatar

BUPATI KUDUS: Pasar Kliwon, Tanah Abangnya Jawa Tengah



 KUDUS-ISK-Setelah terkena musibah pada tanggal 20 September 2011, kini pasar Kliwon Kudus telah berubah. Dari penataan infrastruktur hingga geliat perekonomian terus membaik. Hal ini bisa dilihat dari omzet per hari sekarang mampu menembus angka yang fantastis, Rp. 12 miliar!
Dilengkapi dengan tangga berjalan (eskalator, red), membuat kesan Kliwon sebagai pasar tradisional yang kumuh dan kotor pun sirna. Pasar terbesar se-pantura timur ini menjadi pusat belanja masyarakat yang mencakup area eks-karesidenan Pati dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
Bupati KudusH Musthofa yang hadir pada acara Kliwon Fashion festival, Minggu (23/2) mengatakan bahwa Kliwon merupakan kata kunci pusat perekonomian di Kudus. Pasar Kliwon kini telah tertata rapi, baik, bersih, dan menarik. Sehingga nyaman sebagai tempat belanja atau hanya sekadar jalan-jalan.
”Bukan hanya sebagai tempat pusat aktivitas perekonomian, Pasar Kliwon kini juga sebagai tempat berwisata,” ujar H. Musthofa, Bupati Kudus.
Selain ingin menghilangkan Kliwon sebagai pasar tradisional yang kotor, acara fashion festival ini juga ingin membuat pasar Kliwon setara dengan pasar modern. Gairah perekonomian pun ingin ditumbuhkan, sehingga lebih dikenal bukan hanya di pantura timur, namun ke seluruh Indonesia. Kegiatan ini menampilkan semua fashion yang dipasarkan di pasar Kliwon yang akan berimbas memacu potensi masyarakat untuk lebih kreatif.
”Di pasar Kliwon ini, semuanya ada. Dengan omzet yang besar, sehingga bisa saya katakan bahwa Pasar Kliwon merupakan tanah abangnya Jawa Tengah,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa keberhasilan bangkitnya kembali perekonomian di Pasar Kliwon tak lepas dari peran semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah melalui dinas terkait hingga pengusaha dan pedagang serta masyarakat. Karena musibah yang pernah terjadi jangan dimaknai sebagai bencana. Namun, sebagai hikmah untuk bangkit dan menata kembali perekonomian di Kudus.
Sebagai penutup, Bupati berpesan kepada para pedagang untuk memosisikan customer sebagai raja. Sehingga harus dilayani dengan sepenuh hati dan senyum keramahan. Karena keramahan dan kesantunan menjadi kunci untuk keberhasilan dalam berusaha/bisnis. Yang pada akhirnya, kesejahteraan akan mampu terwujud. 

#Sang_Pejuang
*Redaksi