gravatar

Transportasi Sungai Sebagai Urat Nadi Perekonomian Daerah Undaan

KUDUS-ISK- Sejauh kilas memang sungai ini tertampak penuh lumpur yang sehabis diterjang banjir setiap musimnya, akan tetapi bagaimanapun keadaannya, sungai ini tetap menjadi jalur penyeberangan antara kota Kudus dan Demak. Letak geografis sungai yang sedemikian sederhana ini menjadikan suatu keindahan lokal tersendiri tanpa dibuat buat sebab semua berjalan secara alami. Puluhan tahun silam sudah, perahu sebagai alat transportasi penyeberangan sungai ini tengah mengalami beberapa kali modifikasi setiap terjadi kerusakan. Entah kayu semakin lapuk karena terkena air secara terus menerus ataupun jumlah muatan yang tidak memumpuni. Meskipun jumlah kerugian tidak seimbang dengan penghasilannya namun tak gentar untuk tetap terus menjalankan jasa penyeberangan bagi masyarakat sekitar.

Tambang itu digunakan penyedia jasa penyeberangan untuk menarik perahu membelah sungai Wulan yang memiliki lebar sekitar 50 meter. Dengan perahu itu, masyarakat di beberapa desa di Karanganyar dapat menyeberang sungai untuk bekerja, membeli kebutuhan sehari-hari, atau ke sekolah di beberapa tempat di Kudus, khususnya di Kecamatan Undaan. Dengan tambang itu pula tukang perahu "mengait" nafkah dari upah yang diberikan oleh masyarakat yang menggunakan jasanya. 
- See more at: http://seputarkudus.blogspot.com/2013/01/mengait-nafkah-di-utas-tambang.html#sthash.9K1wAbaL.dpuf
 Tambang yang dijadikan alat bantu dalam mengantarkan penumpang dengan melalui  sungai yang lebarnya  kurang lebih 20 meter disertai susah payah, hanya bertarif sangat terjangkau sekali Rp 1000,- per orang. Sebut  saja Zuhri (45) yang setiap lima hari bergeliran sebagai  penarik perahu di daerah Undaan Kidul kecamatan Undaan kabupaten Kudus.  Jasa transportasi ini memang  telah dijalankan sejak  puluhan tahun lalu dari generasi ke generasi  yang baru dengan pengelola berjumlah 4 orang, setiap 2 orang bergiliran lima hari yang dilakukan secara terus menerus. Meskipun hasil dari jasa transportasi ini tidak bisa dijadikan andalan dalam mencari nafkah, baginya pekerjaan ini sangat berarti untuk dijadikan penambah perekonomian keluarganya. ''Ini hanya kerja sampingan, masih punya sawah yang menjadikan potensi bagi penghidupan keluargaku,''Ujar Zuhri penarik perahu.

Tata letak landskap transportasi sungai yang secara natural (alami) menjadikan suatu panorama keindahan desa yang berbukit bukit dihiasi hijaunya rerumputan dan tanaman. Sepertinya sudah menjadi budaya bagi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan transportasi yang telah diwariskan pada zaman terdahulu. Keadaan ini akan berlanjut secara terus menerus seiring dengan adanya generasi baru yang sudi untuk melestarikannya. Tentunya dalam melestarikannya tidak boleh mengubah dari suatu bentuk transportasi sungai. Perahu tetap perahu dan terbuat dari kayu. Semisalnya membuat jembatan yang kokoh, jelas saja jauh yang diharapkan dari para penarik perahu. Selain mengurangi keindahan desa yang natural, juga dapat mengurangi jumlah penghasilan bagi kebutuhan keluarganya.

@Sang Pejuang    @John

Tambang itu digunakan penyedia jasa penyeberangan untuk menarik perahu membelah sungai Wulan yang memiliki lebar sekitar 50 meter. Dengan perahu itu, masyarakat di beberapa desa di Karanganyar dapat menyeberang sungai untuk bekerja, membeli kebutuhan sehari-hari, atau ke sekolah di beberapa tempat di Kudus, khususnya di Kecamatan Undaan. Dengan tambang itu pula tukang perahu "mengait" nafkah dari upah yang diberikan oleh masyarakat yang menggunakan jasanya. 
- See more at: http://seputarkudus.blogspot.com/2013/01/mengait-nafkah-di-utas-tambang.html#sthash.9K1wAbaL.dpuf
Tambang itu digunakan penyedia jasa penyeberangan untuk menarik perahu membelah sungai Wulan yang memiliki lebar sekitar 50 meter. Dengan perahu itu, masyarakat di beberapa desa di Karanganyar dapat menyeberang sungai untuk bekerja, membeli kebutuhan sehari-hari, atau ke sekolah di beberapa tempat di Kudus, khususnya di Kecamatan Undaan. Dengan tambang itu pula tukang perahu "mengait" nafkah dari upah yang diberikan oleh masyarakat yang menggunakan jasanya. 
- See more at: http://seputarkudus.blogspot.com/2013/01/mengait-nafkah-di-utas-tambang.html#sthash.9K1wAbaL.dpuf
Tambang itu digunakan penyedia jasa penyeberangan untuk menarik perahu membelah sungai Wulan yang memiliki lebar sekitar 50 meter. Dengan perahu itu, masyarakat di beberapa desa di Karanganyar dapat menyeberang sungai untuk bekerja, membeli kebutuhan sehari-hari, atau ke sekolah di beberapa tempat di Kudus, khususnya di Kecamatan Undaan. Dengan tambang itu pula tukang perahu "mengait" nafkah dari upah yang diberikan oleh masyarakat yang menggunakan jasanya. 
- See more at: http://seputarkudus.blogspot.com/2013/01/mengait-nafkah-di-utas-tambang.html#sthash.9K1wAbaL.dpuf