gravatar

PERDA, WARNET DI TUTUP


PERDA, WARNET DI TUTUP????
KUDUS- Peraturan Daerah PANSUS 2 tentang Legalisasi tempat hiburan malam dan karaoke di Gedung DPRD kabupaten kudus yang di hadiri sebanyak 60 peserta dari beberapa ORMAS (Organisasai Masyarakat) dan para pengusaha tempat hiburan malam dan karaoke. Dengan ketua Pansus 2 Superiyanto,S.H.M.H memimpin forum diskusi tersebut di dalam beberapa pendapat yang kerap ''mubeng'' satu pembahasan. 

Terkait tempat hiburan malam dan karaoke, WARNET pun menjadikan sasaran utama dalam ujung tombak pelanggaran Asusila. Sudah beberapa Oknum warnet yang ada di kabupaten kudus, menyalahgunakan tempat dan fasilitas tersebut untuk berbuat mesum. Hal inilah membuat statement beberapa peserta untuk mengarahkan dan menegaskan dalam tanda kutip, di beri batasan waktu. 

Berbeda, Mengenal kota Kudus adalah kota santri seperti apa yang telah di ucapkan oleh Wakil NU Tanfidiyah, Drs. Khadiq, maka berstatement ''MENOLAK'' adanya tempat hiburan dan karaoke di karenakan mengundang kemaksiatan dan pelanggaran Asusila. 

Pendapat tersebut di perangi oleh para pengusaha tempat hiburan malam dan karaoke, sebut saja Sholeh dengan tegas berpendapat, ''Kalau pun di Padang sumatra barat, bisa mengadakan tempat hiburan malam dan karaoke yang di atur dengan ketat, kenapa di kabupaten Kudus tidak bisa????'' ujar dia.


mengabarkan

*Oemam