gravatar

Eksekusi Rumah di Klumpit Dramatis

KUDUS, suaramerdeka.com - Eksekusi tiga
rumah di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Rabu
(6/3) siang berlangsung dramatis. Penghuni
rumah baik orang tua maupun anak-anak
menangis dan menjerit, dan disaksikan ratusan
tetangga yang menyaksikan kegiatan tersebut.



Kondisi sedikit mencair saat pihak penggugat dan
tergugat melakukan negosiasi, yang akhirnya
menghentikan eksekusi dengan syarat.
Pantauan Suara Merdeka di lokasi, puluhan warga
sudah berada di sekitar rumah Kuswandi, Maryati
dan Ngasmi, sekitar pukul 10.00 Wib.

Saat
puluhan aparat Polres Kudus dan Polsek Gebog
mendatangi tempat tersebut, kerumuman
semakin bertambah banyak.

Apalagi, saat sebuah back hoe juga didatangkan
membongkar rumah yang sudah dihuni puluhan
tahun tersebut. Ketika itulah, jerit tangis
penghuninya pecah.

Persoalan eksekusi tiga rumah itu bermula dari
gugatan pihak keluarga Muntiah. Pihak Muntiah
melayangkan gugatan perdata terkait
kepemilikan tanah seluas 380 meter persegi yang
kini ditempati tiga orang yang masih memiliki
hubungan keluarga tersebut.

Proses hukum terkait persoalan ini sudah berjalan
sekitar enam tahun lalu, sehingga akhirnya
pengadilan tingkat pertama, banding hingga
kasasi di Mahkamah Agung (MA) memenangkan
gugatan yang dilayangkan pihak Muntiah
(penggugat). Selanjutnya, penghuni diminta
untuk meninggalkan rumah mereka.

Terkait putusan tersebut, tim PN melakukan
eksekusi. Saat Panitera Muda Perdata PN Kudus,
Aklis menyampaikan rencana eksekusi, penghuni
terlihat panik.

"Bagaimana nasib 21 jiwa yang ada di tiga rumah
tersebut. Di sini ada anak yatim yang masih kecil
dan tiga janda juga, mereka mau tinggal di
mana," kata juru bicara pihak tiga keluarga yang
dieksekusi, Agus Saputra.

Sekitar pukul 11.00 Wib, dilakukan perundingan
antara pihak tergugat dan penggugat.

Hasilnya,
tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

Salah satu kesimpulannya, yakni pihak
penggugat bersedia menghentikan proses
eksekusi jika pihak tergugat mau membayar
lahan sengketa tersebut sebesar Rp225 juta.

#FD