gravatar

BANK MEGA Capem KUDUS LEMPAR TANGGUNG JAWAB PERIHAL PERMASALAHAN APLIKASI KARTU KREDIT


Belum sempat hilang dari ingatan tentang ketidakprofesionalannya Bank Mega Capem Pati terhadap pelayanan yang diberikan
kepada konsumen, santer terdengar lagi masalah ketidak transparannya dalam proses pelayanan Bank Mega Capem Kudus kepada konsumen. Kali ini terdengar berita dari masyarakat yang meresa dirugikan oleh Bank Mega Capem Kudus tentang pelayanan pembuatan kartu kredit.
Bermula dari bertamunya sales kartu kredit dari Bank Mega Capem Kudus yang bernama David ke kantor SKM BUSER Biro Pati , saudara David menawarkan fasilitas-fasilitas yang diberikan kartu kredit Bank Mega bagi masyarakat yang bersedia menggunakan kartu kredit nya. Seperti kemudahan-kemudahan dalam bertransaksi menggunakan kartu kredit Bank Mega, serta bonus-bonus yang cukup menggiurkan. Mereka juga menawarkan kemudahan dalam proses pembuatan kartu kredit Bank Mega. Syarat-syarat  yang terbilang cukup mudah untuk mendapatkan kartu kredit Bank Mega, untuk satu calon nasabah langsung mendapatkan 6 (enam) aplikasi secara langsung. “Untuk berjaga-jaga apabila satu aplikasi tidak disetujui, bisa menggunakan aplikasi yang satunya lagi” kata David selaku sales marketing kartu kredit Bank Mega Capem Kudus kepada calon nasabah.
Dengan iming-iming kemudahan yang ditawarkan oleh Bank Mega Capem Kudus, siapa yag tidak tertarik untuk memiliki kartu kredit Bank Mega, terlebih lagi dengan tidak stabilnya kondisi bisnis pada saat ini dan bertambahnya kebutuhan hidup dari waktu kewaktu. Masyarakat berharap dengan adanya kartu kredit dari Bank Mega mampu membantu menjaga perputaran bisnis mereka agar tetap lancar. Dan akhirnya dari beberapa staf dan wartawan SKM BUSER mengajukan aplikasi atas nama Ispriyantoko, Nanang Prasetyo dan Hadi Sunjoto.
Setelah semua persyaratan dipenuhi termasuk beban biaya administrasinya, calon pemegang kartu kredit Bank Mega di suruh menunggu, untuk disurvei dan proses persetujuan aplikasinya. Namun setelah proses survei, tidak ada konfirmasi lagi dari Bank Mega Capem Kudus. Setelah ditunggu cukup lama, bahkan hampir lebih dari satu bulan, akhirnya ditanyakan kepada saudara David, yaitu salah satu sales yang pada waktu itu menawarkan layanan kartu kredit tersebut. Jawaban dari David cukup singkat,  “ditunggu dulu, ini masih diproses, nanti secepatnya akan diberitahu hasilnya”. Tapi jawaban dari Davidtersebut tidak ada kepastian sampai kapan harus menunggu.
Setelah menunggu cukup lama, pada tanggal 20Februari 2013 pukul 08.53 wib saudari Novi dari perusahaan pembuatan kartu kredit “Service Visa Center” dari Jakarta dengan nomor telepon 021 294 966 00 menghubungi saudara Nanang di kantor SKM BUSER yang bernomor telepon 0295-5522941, untuk mengklarifikasi penggunaan kartu kredit . Karena tidak merasa mendapat kartu kredit, calon pengguna menjawab apa adanya bahwa beliau memang belum mendapatkan kartu kredit tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa perusahaan Service Visa Center mengklarifikasi penggunaan kartu kredit  kepada calon pengguna , sedangkan calon pengguna saja belum menerima kartu kredit tersebut, apalagi menggunakannya. Jangankan untuk menerima ataupun menggunakannya, keputusan dari Bank Mega tentang menyetujui atau tidak saja belum ada. Tetapi anehnya kok bisa keluar klarifikasi  penggunaan dengan atas nama si calon pengguna kartu kredit. Kemudian pada tanggal 24 februari 2013 pukul 08.53 saudari Anti juga dari perusahaan Service Visa Center menghubungi Hp Ispriyantoko ke nomor 081 228 23XXXX untuk menanyakan sejauhmana penggunaaan   kartu kredit tersebut. Padahal jelas-jelas belum ada pemberitahuan dari Bank Mega Capem Kudus tentang keputusan diterimanya aplikasi calon pengguna. Kembali lagi pada tanggal 4 Maret 2013 pukul 17.14  oleh saudari Luna yang mengaku dari perusahaan Service Visa Center, untuk mengklarifikasipenggunaan kartu kredit tersebut ( kartu kredit Bank Mega ) melalui telpon kantor SKM BUSER Biro pati. Dan diterima oleh saudara Nanang P, sekali lagi calon pengguna tersebut kembali menjawab kalau yang bersangkutan  belum menerima kartu kredit tersebut. Informasi tentang klarifikasi penggunaan kartu kredit dengan Visa tersebut tidak sekali atau dua kali namun lebih.
Akhirnya Nanang   meminta kejelasan informasi tersebut kepada pihak Bank Mega melalui sales marketing nya, David. Namun jawabannya bahwa “ pengajuan aplikasi penggunaan kartu kredit tidak disetujui atau di reject”. Hingga sampai detik ini dan surat klarifikasi ini dilayangkan ke manajemen Bank Mega capem Kudus belum memberikan jawaban secara resmi terkait permasalahan kartu kredit tersebut. Apalagi saat team SKM BUSER yang juga calon nasabah pemohon kartu kredit bank Mega mengklarifikasi hal di atas terkesan manajemen Bank Mega Kudus lempar tanggung jawab dengan alasan tidak berwenang memberi jawaban atas permasalan tersebut.
Jangan sampai masyarakat menanggung beban tagihan atas transaksi yang tidak pernah dilakukan atau jadi korban ketidakprofesionalan pelayanan dari salah satu bank dengan slogan  menawarkan pelayanan terbaik dari kartu kredit .